80. AT TAWWAB (Dzat Yang Maha Menerima Taubat) Allah Ta'ala sangat menginginkan untuk mengampuni hamba-hambaNya yang berbuat dosa. Karena Dia sangat sayang dengan hambaNya dan ingin melepaskannya dari azab neraka. Akan tetapi tidaklah mungkin Allah Ta'ala mengampuni hamba-hambaNya yang berdosa, apabila hamba-hambaNya tidak mau memohon ampun kepada-Nya. Oleh sebab itu apabila hamba-hambaNya melakukan suatu dosa, maka Allah Ta’ala akan memasukkan rasa menyesal kedalam hatinya. Dengan harapan agar dengan penyesalan tersebut hamba-hambaNya mau bertaubat dan memohon ampun. Karena penyesalan adalah syarat utama taubat. Tanpa penyesalan taubat tidak akan mungkin diterima. Akan tetapi sering kali kita sendiri yang menghilangkan rasa penyesalan tersebut. Sebagai contohnya didalam hati kita tumbuh rasa sombong. Allah Ta’ala pasti memasukkan rasa menyesal. Akan tetapi terkadang kita sendiri yang menghilangkan rasa penyesalan tersebut karena merasa bahwa kita memang pantas untuk sombong. Yang paling berbahaya apabila hal itu berulang-ulang, sehingga rasa menyesal menjadi hilang bahkan merasa nikmat dengan dosa-dosa dan kesalahan, maka Allah Ta’ala akan menutup pintu hati kita sehingga selamanya tidak mau bertaubat. Pada dasarnya semua manusia apabila melakukan dosa pasti dimasukkan rasa penyesalan oleh Allah Ta’ala didalam hatinya. Akan tetapi terkadang manusia itu sendiri yang tidak mau memanfaatkan rasa penyesalan tersebut dan tidak mau bertaubat serta menganggap remeh dosa yang telah dia lakukan. Apabila hal ini terjadi berulang-ulang kali, maka lama kelamaan hatinya akan tertutup sehingga apabila melakukan dosa tidak tumbuh rasa menyesal tetapi justru merasa bangga dan senang. Apabila demikian, maka dia tinggal menunggu keputusan Allah Ta’ala. Apakah Allah Ta’ala akan memberinya petunjuk atau akan menyesatkannya. Apabila orang tersebut masih ada kebaikan didalam dirinya, maka masih ada kemungkinan Allah Ta’ala akan memberinya petunjuk. Akan tetapi apabila didalam dirinya tidak ada lagi kebaikan, maka Allah Ta’ala akan membiarkannya berada dalam kesesatan. Sebetulnya kebaikan apalagi yang kurang dari Allah Ta'ala? Kita yang berdosa tetapi Dia yang memberi rasa penyesalan agar kita bisa bertaubat. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita sia-siakan rasa penyesalan yang telah Allah Ta'ala berikan kedalam hati kita. Sebetulnya At Tawwab-Nya Allah inilah yang namanya hidayah. Dan setiap saat Allah selalu memberikan hidayah-Nya tersebut berupa perasaan menyesal kedalam hati hamba-hambaNya disaat melakukan dosa atau kesalahan. Oleh sebab itu apabila seseorang merasa menyesal disitulah hidayah Allah masuk. Akan tetapi tergantung manusia itu sendiri bagaimana mensikapi hidayah Allah ini. Bagi orang-orang yang sudah beberapa kali menerima hidayah tetapi selalu ia tolak, maka lama-kelamaan hatinya akan tertutup. Apabila seseorang berdosa pasti Allah masukkan rasa menyesal kedalam hatinya, akan tetapi jika selalu ia abaikan lama-kelamaan rasa menyesal itu hilang sehingga yang ada adalah rasa senang dan bangga disaat melakukan dosa dan kesalahan. Inilah yang dinamakan hatinya sudah tertutup. Apabila sudah tertutup siapa yang dapat memberinya petunjuk? Karena hak memberi hidayah hanyalah Allah. Surat Yaa Siin (36) : 7 – 10 7. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman. 8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. 9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. 10. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. Oleh sebab itu apabila rasa menyesal masih ada dalam hati kita berarti Allah masih berkehendak mengampuni kita. Yang paling berbahaya apabila kita melakukan dosa tidak ada rasa penyesalan. Berarti hidayah Allah sudah tertutup bagi kita. Maka dari itu hendaknya kita lihat diri kita masing-masing. Masih adakah rasa menyesal didalam hati kita pada saat melakukan dosa atau kesalahan? Orang yang mencuri lalu menyesal dan tidak melakukan lagi tetapi karena takut dengan ancaman manusia ini namanya bukan taubat. Karena yang dinamakan taubat adalah takut hanya kepada Allah. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita manfaatkan penyesalan yang Allah berikan kepada kita yang menjadikan kita bertaubat? dan seberapa banyak penyesalan tersebut yang kita abaikan, sehingga menjadi hilang rasa penyesalan disaat melakukan dosa. Justru menjadikan kita bangga apabila berbuat dosa? Atau seberapa banyak kita mencari-cari alasan untuk menghilangkan perasaan menyesal tersebut? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersegera bertaubat ketika penyesalan Engkau masukkan kedalam hati kami. C. Sikap Orang Beriman Dan dia sangat yakin bahwa Allah Ta'ala sangat menginginkan untuk mengampuninya, sehingga Allah Ta'ala memberikan rasa penyesalan kedalam hatinya. Oleh sebab itu dia sangat yakin bahwa rasa penyesalan yang ada didalam hatinya pada saat dia terlakukan dosa adalah pemberian Allah Ta'ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Apabila tumbuh rasa penyesalan didalam hatinya ketika dia terlakukan dosa, maka dia tidak pernah menunda-nunda waktu untuk bertaubat. Dia sangat takut jika rasa penyesalan itu hilang, sehingga syarat taubat tidak terpenuhi dan taubatnya tidak diterima. Kemudian setelah itu dia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan-kebaikan. Begitupun juga apabila dia berbuat salah dengan sesama manusia (haqqul adam) maka dia segera meminta maaf kepada yang bersangkutan dan segera memohon ampun kepada Allah Ta'ala. Karena disamping syarat menyesal juga ada syarat yang lain yaitu harus minta maaf terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Akan tetapi apabila yang bersangkutan tidak mau memaafkan, maka tidak menjadi masalah. Karena dimata Allah Ta'ala telah cukup syarat. Orang-orang yang bertaqwa apabila melihat dosa seperti melihat batu besar diatas kepalanya yang setiap saat bisa jatuh menimpanya. Sehingga dia sangat takut dengan dosa. Akan tetapi bagi orang-orang fasik, dia melihat dosa seperti lalat yang menempel dihidungnya, sehingga dengan mudahnya dia menepisnya. Sehingga dia menganggap remeh dengan dosa-dosa. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami tidak mencari-cari alasan untuk menghilangkan perasaan menyesal yang Engkau masukkan kedalam hati kami pada saat kami melakukan dosa. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah bertaubat dengan sungguh-sungguh dan telah memenuhi syarat-syaratnya, maka masalah hasilnya dia serahkan kepada Allah Ta'ala. Dan dia sangat berharap Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosanya dan selalu memasukkan rasa penyesalan kedalam hatinya pada saat terlakukan dosa. Karena dia merasa yakin bahwa Allah Ta'ala pasti akan mengampuninya apabila syarat taubatnya terpenuhi. Yaitu menyesal, memohon ampun, berjanji tidak melakukan lagi dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menepati janjinya tersebut. Kemudian berusaha untuk mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan-kebaikan. G. Sikap Orang Mukhlis Dia tidak mejadikan rasa penyesalan didalam hatinya sebagai rasa putus asa dari rahmat Allah Ta'ala. Dia sangat senang dan sangat ikhlas apabila Allah Ta'ala memberikan rasa penyesalan kedalam hatinya disaat terlakukan dosa. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ At Tawwab Apabila sudah menjadi kholifah, maka apabila ia melakukan kesalahan atau dosa mudah sekali untuk menyesal. Dan ia sangat menjaga agar jangan sampai ia melakukan salah atau dosa lagi setelah bertaubat. Kalaupun ia melakukan dosa lagi maka ia sangat menyesalinya, sehingga ia akan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Ia tidak melihat dosa kecil maupun besar, ia menganggap semua dosa adalah besar, karena yang ia lihat adalah kepada siapa ia berbuat dosa. Dan terhadap sesama manusia, ia selalu mengingatkan dan memberikan nasehat kepada manusia, apabila manusia tersebut melakukan dosa. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ At Tawwab Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengingatkan manusia agar mereka bersegera bertaubat ketika mereka melakukan dosa dan Engkau masukkan perasaan menyesal kedalam hati mereka. Sehingga mereka dapat melihat bahwa sesungguhnya apabila mereka tidak bersegera bertaubat, maka perasaan menyesal itu akan hilang, sehingga mereka tidak dapat bertaubat lagi. Karena sesungguhnya tidak ada taubat tanpa ada penyesalan.